|
Renungan Mingguan : Dalam hidup manusia pada umumnya, ada pengalaman bangga atau kecewa. Kedua hal tersebut berpengaruh dalam pola kehidupannya sehari-han. Kalau kitamengalami atau merasakam salah satu anggota keluarga kita mendapat sebutan nama baik, karena peri hidupnya, dikagumi disenangi banyak orang karena keterlibatan kemasyarakatannya yang baik kita ikut merasa bangga, senang, meskipun kita tidak hidup benama-sama dengan saudara kita itu. |
![]() |
|
Edisi lalu
|
Dan sebaliknya, ikut merasa malu kalau salah
satu saudara kita, mendapat penilaian tidak baik dari masyarakat. Ikatan
persaudaraan yang dekat membawa pengaruh besar dalam segi kehidupan.
Kisah kebangkitan Yesus, sebagai inti iman kita, membawa pengaruh besar dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani. Meskipun kita tidak pemah hidup bersama dengan Kristus, tetapi melalui sejarah kebidupan Gereja, melalui Kitab Suci, kita benar merasa bahagia, ikut merayakan dan menikmati karya hasil-Nya. Walaupun kita tidak pemah melihatNya dengan indra kita, kita percaya dengan iman kita. Dalarn Injil hari Minggu Paskah ke-II, cerita St. Ihomas sudah sangat kita kenal.Thomas tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit, ia mmta bukti dan uniknya permintaan itu diberikan oleh Yesus. Thomas sedih dan kecewa, sejak Yesus ditangkap, disalib dan wafat. Ia putu asa usahanya dirasa sia-sia, perjuangannya selama tiga tahun ikut Yesus, tidak ada gunanya. Keinginan untuk memperoleh hidup di masa depan, kandaslah sudah; Thomas pun takut terhadap penguasa Yahudi; sebagai murid Kristus bisa jadi ia ditangkap lalu mengalami hal yang sama seperti Yesus. Lalu ia pergi meninggalkan kawan-kawannya, ia menghilang. Temyata diluarpun tidak menemukan ketenangan/ketentraman, tidak menemukan temanyang bisa. menghilangkan kekecewaannya, kemudian memutuskan kemball keteman-temannya. Berkumpul bersama murid-muridNya. Saat itulah Thomas bertambah jengkel, bahkan marah karena murid-munid lain mengatakan Yesus sudah bangkit dan Ia tidak bertemu Thomas marah besar, dalam keadaan jengkel/marah mengatakan : "Bila aku tidak melihatNya sendiri dan memasukan tanganku ... ... . (Yoh 20:25). Semua jadi diam, tidak tahu lagi mau mengatakan apa kepada Thomas, karena sifat/wataknya yang keras. Thomas suka berbicara langsung/spontan bila tidak setuju, ia juga mempunyai sifat untuk mau melihat suatu bukti, baginya tidak bisa dilihat, tidak masuk akal untuk dipercayai. Mungkin sifat/karakternya yang keras itu, justru Yesus senang kepada Thomas dan mau menjadikan Ia murid-Nya. Hal ini menjadi menarik ! Delapan hari kemudian, saat para murid berkumpul (termasuk Thomas!) semua pintu dikunci, Yesus hadir di tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu! Lalu secara pribadi Yesus memanggill Thomas: "Thomas, masukan jarimu....(Yoh 20:27): percayalah... Thomas terharu, tertegun dan menyesal, ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengatakan: "Ya Tuhanku dan Allahku ". Yang unik Tuhan Yesus tidak marah/memarahi Thomas yang tidak percaya, Yesus tidak menghukum Thomas, melainkan memauthi keinginan Thomas, dengan memperlihatkan diriNya dan menyuruh memasukkan tangannya ke bekas paku dan tangan Yesus. Karakter Thomas yang keras itu dijadikan sarana untuk percaya. Kadang terjadi sifat keras seseorang dianggap tidak baik. Bagi Tuhan ternyata sifat/watak sepertti apapun tetap disapa, dapat digunakan , "'Berbahagialah yang tidak melihat tetapi percaya... (Yoh 20: 29). Dengan penuh kuasa namun sederhana, Yesus menampakan diri kepada para murid dengan bersabda penuh wibawa: "Damai sejahtera bagi Kamu " (Yoh 20:19). Sabda ini diucapkan bertepatan dengan suasana saat para murid mengalami krisis kepercayaan, krisis iman, depresi, kehilangan pegangan maupun arah hidup. Dari apa yang dilakukanYesus, semua menunjukkan kuasa pengampunan Allah, yang sakit sembuh kembali, hati gelap menjadi terang, yang takut menjadi berani, yang gelisah menjadi damai. Anugerah Paskah, memiliki kemampuan untuk mengampuni. Roh pengampunan yang banyak ditandai oleh adanya saling melukai dan menyakiti. Yesus menampakandiri dan menyapa para murid (secara khusus manyapa Thomas)mencurahkan Roh yang menghidupkan, mengampuni dan mendamaikan. Pengampunan yang dihembuskan oleh Yesus perlu memiliki kekuatan, kelembutan persahabatan, dan ketulusan.Roh Pengampunan Yesus dimaksudkan untuk mengembalikan kelembutan, persahabatan, dan ketulusan dalam hidup ini yang saat sekarang diwamai oleh kekerasan, permusuhan, kelicikan. Itu semua menjadi tugas kita. Kalau kita melihat sifat, watak saya dan juga sahabat-sahabat saya, jelas bahwa masing-masing. memiliki kekhasan, keunikan tersendiri. Hal yang menarik adalah : terhadap semua kepribadian itu Tuhan mencintai, menyapa dan mau menggunakan setiap pribadi dalam karya KeselamatanNya Inilah yang harus kita sadari dan kita syukuri bagaimanapun keadaan kita, kita tetap bolehpercaya dan dapat dibimbing untuk lebih percaya kepada Tuhan. Pengalaman Thomas dan pergulatan imannya menjadi kekayaan kita untuk terus berjuang agar iman semakin matang dan mantap, agar membawa dampak positip kepada sesama dimanapun kita hidup dan berkarya Alleluia
Umat menulis :
SERBA_SERBI
PASKAH TAHUN 2001
|
||
last update : 22 April 2001 |