Make your own free website on Tripod.com

Renungan Mingguan : 
22 April Maret 2001, Minggu Paskah II

"Damai Sejahtera bagi Kamu"
Oleh: Rm. Y. Hardjono, Pr.

Dalam hidup manusia pada umumnya, ada pengalaman bangga atau kecewa. Kedua hal tersebut berpengaruh dalam pola kehidupannya sehari-han. Kalau kitamengalami atau merasakam salah

satu anggota keluarga kita mendapat sebutan nama baik, karena peri hidupnya, dikagumi disenangi banyak orang karena keterlibatan kemasyarakatannya yang baik kita ikut merasa bangga, senang, meskipun kita tidak hidup benama-sama dengan saudara kita itu.



Edisi lalu

Dan sebaliknya, ikut merasa malu kalau salah satu saudara kita, mendapat penilaian tidak baik dari masyarakat. Ikatan persaudaraan yang dekat membawa pengaruh besar dalam segi kehidupan.

Kisah kebangkitan Yesus, sebagai inti iman kita, membawa pengaruh besar dalam kehidupan kita sebagai umat Kristiani. Meskipun kita tidak pemah hidup bersama dengan Kristus, tetapi melalui sejarah kebidupan Gereja, melalui Kitab Suci, kita benar merasa bahagia, ikut merayakan dan menikmati karya hasil-Nya. Walaupun kita tidak pemah melihatNya dengan indra kita, kita percaya dengan iman kita.

Dalarn Injil hari Minggu Paskah ke-II, cerita St. Ihomas sudah sangat kita kenal.Thomas tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit, ia mmta bukti dan uniknya permintaan itu diberikan oleh Yesus. Thomas sedih dan kecewa, sejak Yesus ditangkap, disalib dan wafat. Ia putu asa usahanya dirasa sia-sia, perjuangannya selama tiga tahun ikut Yesus, tidak ada gunanya. Keinginan untuk memperoleh hidup di masa depan, kandaslah sudah; Thomas pun takut terhadap penguasa Yahudi; sebagai murid Kristus bisa jadi ia ditangkap lalu mengalami hal yang sama seperti Yesus. Lalu ia pergi meninggalkan kawan-kawannya, ia menghilang. Temyata diluarpun tidak menemukan ketenangan/ketentraman, tidak menemukan temanyang bisa. menghilangkan kekecewaannya, kemudian memutuskan kemball keteman-temannya. Berkumpul bersama murid-muridNya. Saat itulah Thomas bertambah jengkel, bahkan marah karena murid-munid lain mengatakan Yesus sudah bangkit dan Ia tidak bertemu Thomas marah besar, dalam keadaan jengkel/marah mengatakan : "Bila aku tidak melihatNya sendiri dan memasukan tanganku ... ... . (Yoh 20:25). Semua jadi diam, tidak tahu lagi mau mengatakan apa kepada Thomas, karena sifat/wataknya yang keras. Thomas suka berbicara langsung/spontan bila tidak setuju, ia juga mempunyai sifat untuk mau melihat suatu bukti, baginya tidak bisa dilihat, tidak masuk akal untuk dipercayai. Mungkin sifat/karakternya yang keras itu, justru Yesus senang kepada Thomas dan mau menjadikan Ia murid-Nya. Hal ini menjadi menarik !

Delapan hari kemudian, saat para murid berkumpul (termasuk Thomas!) semua pintu dikunci, Yesus hadir di tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu! Lalu secara pribadi Yesus memanggill Thomas: "Thomas, masukan jarimu....(Yoh 20:27): percayalah... Thomas terharu, tertegun dan menyesal, ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengatakan: "Ya Tuhanku dan Allahku ".

Yang unik Tuhan Yesus tidak marah/memarahi Thomas yang tidak percaya, Yesus tidak menghukum Thomas, melainkan memauthi keinginan Thomas, dengan memperlihatkan diriNya dan menyuruh memasukkan tangannya ke bekas paku dan tangan Yesus. Karakter

Thomas yang keras itu dijadikan sarana untuk percaya. Kadang terjadi sifat keras seseorang dianggap tidak baik. Bagi Tuhan ternyata sifat/watak sepertti apapun tetap disapa, dapat digunakan , "'Berbahagialah yang tidak melihat tetapi percaya... (Yoh 20: 29).

Dengan penuh kuasa namun sederhana, Yesus menampakan diri kepada para murid dengan bersabda penuh wibawa: "Damai sejahtera bagi Kamu " (Yoh 20:19). Sabda ini diucapkan bertepatan dengan suasana saat para murid mengalami krisis kepercayaan, krisis iman, depresi, kehilangan pegangan maupun arah hidup. Dari apa yang dilakukanYesus, semua menunjukkan kuasa pengampunan Allah, yang sakit sembuh kembali, hati gelap menjadi terang, yang takut menjadi berani, yang gelisah menjadi damai. Anugerah Paskah, memiliki kemampuan untuk mengampuni. Roh pengampunan yang banyak ditandai oleh adanya saling melukai dan menyakiti.

Yesus menampakandiri dan menyapa para murid (secara khusus manyapa Thomas)mencurahkan Roh yang menghidupkan, mengampuni dan mendamaikan. Pengampunan yang dihembuskan oleh Yesus perlu memiliki kekuatan, kelembutan persahabatan, dan ketulusan.Roh Pengampunan Yesus dimaksudkan untuk mengembalikan kelembutan, persahabatan, dan ketulusan dalam hidup ini yang saat sekarang diwamai oleh kekerasan, permusuhan, kelicikan. Itu semua menjadi tugas kita.

Kalau kita melihat sifat, watak saya dan juga sahabat-sahabat saya, jelas bahwa masing-masing. memiliki kekhasan, keunikan tersendiri. Hal yang menarik adalah : terhadap semua kepribadian itu Tuhan mencintai, menyapa dan mau menggunakan setiap pribadi dalam karya KeselamatanNya

Inilah yang harus kita sadari dan kita syukuri bagaimanapun keadaan kita, kita tetap bolehpercaya dan dapat dibimbing untuk lebih percaya kepada Tuhan.

Pengalaman Thomas dan pergulatan imannya menjadi kekayaan kita untuk terus berjuang agar iman semakin matang dan mantap, agar membawa dampak positip kepada sesama dimanapun kita hidup dan berkarya

Alleluia

 

 

Umat menulis :  

 

SERBA_SERBI PASKAH TAHUN 2001
Oleh : HJM, Lingk. Mikael

  1. Entah mengapa, rasanya masa Pra-Paskah dimana kita harus puasa dan pantang selama, 40 hani berlalu begitu cepat dan Pekan Suci seperti tiba-tiba sudah didepan kita. Ada 2 (dua) kemungkinan memang ada perubahan perputaran waktu yang dikehendaki Tuhan menjadi lebih cepat atau kita yang sibuk luar biasa dan merasa selalu kehabisan waktu untuk pekerjaan.
  2. Jalan Salib setiap Jumat selama puasa dilaksanakan dengan tertib dan khidmat. Umat yang hadir lumayan banyak, mungkin ada baiknya kalau jalan salib ini, dilaksanakan setiap hari biar kita lebih dekat lagi mengikuti sengsara dan wafat Tuhan Yesus sehingga dapat merefleksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tetapi mustahil ya karena dunia akan aman dengan tidak ada orang berkelahi dan saling memaki.
  3. Minggu Palem dilaksanakan cukup meriah. Umat cukup disiplin mengikuti himbauan agar tidak berebut tempat duduk. Kesadaran beginilah yang perlu kita. jadikan pedoman kita, semoga tahun depan tidak perlu diingatkan lagi.
  4. Kamis Putih sangat, mengesankan, megah, meriah dan diikuti oleh umat yang luar biasa. jumlahnya. Putra-putri Altar perlu latihan lebih intensif meskipun tidak ada kesalahan fatal masih ada yang ragu-ragu kurang PD.
  5. Hari pada Pekan Suci yang sangat mencekam adalah Jumat Agung. Ini terlihat dan wajah-wajah yang serius, kaku, membisu dan umat yang hadir. Nampak dan setiap umat yang hadir berupaya agar mereka dapat membawakan dirinya seolah berada di sekitar Yesus yang sedang menderita dan ikut bersedih pada saat penyaliban. Tidak sedikit yang hanyut dalam sengsara Yesus sampai menittkan air mata. Konon tidak sedikit rekan-rekan umat Kristen dari lain gereja yang mengikuti acara ini karena memang acara di gereja Katolik sangat bagus dan menyentuh umat yang hadir luar biasa sehingga gereja kita rasanya kayak mau roboh. Tahukah pembaca bahwa, para Prodiakon sampal merasa "exhausted" membagi komuni pada acara ini. Meskipun demikian kebahagiaan dan kebanggaan tersirat pada wajah Romo Hardjono, Romo Suradi dan semua pembantu liturgi.
  6. Puncak Pekan Suci yang lain adalat Malam Paskah. Wajah-wajah yanj hadir pada Misa Malam Paskah dipenuhi kegembiraan dan kebahagiaan. Pakaian yang bagus-bagus memberi warna. dan suasan tersendiri. Hiasan bunga dan susunan lilin di Altar mengagumkan semua yang hadir. Sampai kagumnya Romo Hardjono keseleo sedikit suaranya tidak mereka sadari dan baru diketahul setelah pada awal kotbah Romo Hardjono mengakui bahwa Romo telah keliru memilih nada dasar sehingga tadi kecetit. Meskipun Romo mengatakan sedikit mengurangi kesemarakan tetapi umat tidak merasa terganggu. Yaaah .... tidak ada manusia yang sempuma Romo kecuali Tuhan.
  7. Koor dipilih umtuk mengiringi Pekan Suci sanpt tepat dan mengagumkan. Sejak Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah umat.merasa terhibur than menambah semangat dalam menekuni jalannya Misa. Kumpulan puluhan orang yang dapat diatur sedermkian rupa sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang indah adalah bukti keberhasilan suatu Management dan Leadership, Proficiat.
  8. Semoga keberhasilan acara-acara yang kita ikuti dapat diikuti oleh keberhasilan masuknya kotak APP dan terkumpulnya kolekte-kolekte
  9. Selamat Paskah.

 

last update : 22 April  2001