Make your own free website on Tripod.com

Renungan Mingguan : 
8 April Maret 2001, Minggu Palma

"Kita Ini Murid Yesus yang Macam Apa?"
Oleh : Rm. Y. Hardjono, Pr.

     Kita sering mendengar atau membaca, bahwa saat sekarang ini bangsa Indonesia sedang dalam proses belajar demokrasi. Ternyata sekolah demokrasi itu tidak gampang, prosesnya lama dan panjang. Yang terus menjadi pernyataan kita  adalah, rakyat Indonesia yang 200 juta lebih ini mau dibawa kemana? Jika keadaan begini terus/berkepanjangan, kapan kita hidup sejahtera.



Edisi lalu

Kapan kita betul mengalami rasa aman, damai, tentram? Sampai sekarang masih terasa, para elit politik kita gontok-gontokan. Setiap hari kita bisa lihat/baca diTV/Koran/majalah, mereka saling mengkritik. Suasananya menjadi tidak bersahabat, saling menjatuhkan. Sepertinya  masing-masing mencari popularitas untuk mendapat kekuasaan. Belum nampak munculnya Pemimpin yang rela berkorban untuk kepentingan orang banyak, dalam keadaan terpuruk seperti saat ini. 

Dalam peristiwa iman Minggu Palma ini, bagi kita kiranya mampu memberikan arah dan suasana yang berbeda dengan suasana perebutan kekuasaan antara para tokoh politik dinegara kita ini. Tokoh utamanya ialah Yesus, Dia disambut sebagai raja, ini berarti juga sekaligus sebagai pemimpin bangsa. Status “Raja” bagi Yesus ini tidak sama dengan arti Raja pada umumnya dalam percaturan tata dunia ini.  Raja Yesus hanya duduk diatas keledai, hewan pembawa barang untuk orang miskin, Yesus disambut rakyat hanya dengan lambaian daun Palma. (sedangkan raja dunia pada umumnya, penuh kuasa duniawi, punya banyak tentara/prajurit, ada intel dimana-mana, punya kursi tahta yang indah, dilayani para hamba puteri cantik, ada permaisuri/selir)

Yesus adalah Mesias yang menderita dan harus wafat disalib, karena ditolak oleh bangsanya sendiri. Yesus tetap mesias, Dia tetap raja, hanya Dia raja yang menderita, sengsara dan wafat demi keselamatan dan demi kebaikan seluruh umat manusia. Bagi kita umat Kristiani, Yesus adalah pemimpin yang rela berkorban, rela kehilangan diri maupun nyawaNya demi umat manusia didunia. Walaupun dalam rupa Allah, tidak mau setara dengan Allah, Ia mau mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Flp /2:6-7). Ia rela menderita, dianiaya, dikhianati, ditolak oleh bangsanya sendiri. Ini semua merupakan ungkapan, bahwa sebagai pemimpin Ia tidak mencarai anaknya sendiri, Ia tidak berjuang demi kedudukan dan kekuasaanNya sendiri, namun justru rela kehilangan segalanya untuk kebaikan dan kepentingan umatnya, iialah keselamatan dan penebusan dosa.

Kisah sengsara  versi Lukas ini menarik, kalau kita amati penuh suasana emosional. Puncak dari suatu kekaguman, kekerasan dan kepercayaan. Banyak orang semakin percaya kepada Yesus, melihat dari segala perbuatan baik Yesus: penyembuhan-penyembuhan, keajaiban-keajaiban yang lain, orang mati dihidupkan. Saat mereka mendengar Yesus ke Yerusalem untuk merayakan Paskah Yahudi, Rakyat/masyarakat berbondong-bondong menyongsong Yesus. Mereka tidak peduli terhadap rayuan/hardikan orang Farisi dan Kauam Tua-tua. Dengan penuh seminar mengelu-elukan Yesus yang naik keledai, malah berteriak: “Hosana Putera Daud dst”. Kita bisa banyangkan suasana yang penuh emosional itu menyongsong Yesus, yang akhirnya harus sengsara, wafat dan disalibkan, lalu dikuburkan. Yang perlu kita cermati, mereka bisa mengelu-elukan Yesus sampai di Yerusalem saja, mereka tidak mempu mengikuti sampai kematianNya, mereka tidak mamapu membela Yesus malahan orang yang paling seminar mengikuti Yesuspun jatuh menyangkal sampai tiga kali, siapa Dia? Simon Petrus. Ternyata menjadi murid Kristus sulit atau tidak gampang. Mengelu-elukan saat Yesus jaya, mudah, nyaman, bangga. Tetapi saat Yesus menghadapi kesulitan, tantangan, bahkan kematian, ikut Kristus menjadi sulit. Mutu sebagai murid Kristus nampak tidak dalam keadaan Yesus jaya, tetapi justru bisa dilihat/diukur saat Yesus menghadapi kesulitan. Ini justru jalan yang harus ditempuh oleh semua murid Yesus. Kita murid macam apa?

Yesus adalah pemimpin yang sungguh tahu belajar setia/taat kepada kehendak Bapa, ketaan Yesus terutama pada kehendak Bapa dalam rencana penyelamatan umat manusia. Sebagai murid Kristus, kita semua juga diundang untuk terus belajar taat kepada kehendak Bapa dan misteri kehendakNya. Ini bisa kita lakukan dengan taat kepada suara hati yang benar, mempertajam daya pikir yang baik. Banyak, saat sekarang ini orang tidak peduli dengan suara hati, daya pikir yang baik, dengan adanya pemboman saat perayaan Natal, membunuh dan membakar orang yang dianggap penjahat! Ada saja orang menipu sesamanya, berkhianat kepada kawan/keluarga sendiri? Masih bisa anda tambahkan sendiri hal-hal yang lain.

Marilah kita berharap dengan berani mohon kepada Yesus yang telah rela untuk menderita, sengsara dan wafat untuk kita semua. Peristiwa Yesus ini sungguh menuntun kita, supaya kitapun bersikap seperti Yesus, berani berkorban bagi kesehjahteraan banyak orang dan terus belajar setia/taat kepada suara hati. Tuhan selalu membantu kita. Terpujilah Yesus selama-lamanya. Amin.

 

Salam

 

 

Umat menulis :  

 

Mengapa Berdoa untuk Imam
Oleh : Ibu Inge (dikutip dari Ave Maria No.34)

Tentulah merupakan suatu hal yang menggembirakan untuk berbuat sesuatu yang amat baik bagi Allah dan bagi dunia Bilamana kami kaya, kami dapat menyumbang kepada Yayasan Sosial yang berkarya kepada kaum miskin, orang sakit atau orang-orang tua atau kami juga dapat mendirikan sebuah Gereja yang mungil atau menyumbang biara, siapa tahu? Tetapi kami tidak kaya. Bagaimana pun ada sesuatu yang lebih hebat, yang lebih menyenangkan Allah dan jauh lebih memberikan anugerah kepada dunia yang setiap orang dapat lakukan! Apakah itu? Itulah mempersembahkan kepada Allah, seorang imam yang suci

Scmng imain yang suci dapat berbuat banyak untuk Allah. Seorang imam mempersembahkah Misa tiap hari. Setiap Misa adalah sama artinya dengan Kematian Yesus Kristus di Kalvari. Setiap Misa mempunyai nilai identik yang sama dan memberi dunia samudra berkat dan rahmat yang sama seperti pengurbanan di Kalvari. Imam mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Pencipta langit dan bumi! Benar-benar suatu keajaiban yang memukau! Bahkan malaikat yang paling tinggi kedudukannya di surga, tidak dapat melakukan seperti ini.

Seorang imam mendengarkan pengakuan dan memberi ampun dosa-dosa yang paling parah. Santo Agustinus mengatakan bahwa ketika seorang imam membebaskan seorang pendosa, la memakai kckuatan yang jauh lebib besar dan kekuatan yang dipakai oleh Allah pada waktu penciptaan dunia!

Dalam memberikan sakramen-sakramen, imam mencurahkan sungai berkat dan rahmat kepada jiwa-jiwa, memurnikan, menghibur, menguatkan mereka. Semua dokter yang termasyur, ilmuwan, bahkan para raja dunia, tak dapat melakukan apapun dibandingkan dengan yang dikerjakan oleh seorang imam yang suci, setiap harinya. Karenanya, para orang Kudus mcngatakan bahwa martabat iimam adalah lebih tinggi dan pada malaikat. Kami pun belajar hal yang sama melalui keempat anak di Garabandal itu (Spanyol).

Walaupun demikian ada perbedaan yang amat besar antara raja yang dikerjakan oleh seorang imam yang suci dan apa yang dilakukan oleh seorang imam yang suam-suam kuku! Satu orang imam suci dapat berbuat sepuluh ribu kali lebih banyak bagi Allah danpada seorang imam yang tidak begitu suci!

Apa yang dapat kami lakukan?
Kami dapat mempersembahkan kepada Allah, seorang imam yang suci! Bagaimana caranya? Dengan berdoa baginya, mempersembahkan doa-doa setiap hari, penderitaan, pekerjaan-pekerjaan yang baik, kurban Misa dan komuni kami untuk imam yang kami pilih. Dengan berbuat demikian, kami akan mengambil andil dari manfaat kegunaan meeeka. Para Orang Kudus sangat mengerti hal ini.

St. Teresa Lisieux berdoa setiap hari untuk seorang imam muda yang ia pilih sebagai saudara rohaninya. Imam itupun, lalu mampu melakukan hal-hal besar bagi Allah sementara St Teresa mengambil bagian yang besar sekali dalm keberhasilannya.

Pere Olier pada waktu masih menjadi imam muda, jauh dari kesucian yang seharusnya. Pada suatu hari seorang wanita yang cantik berpakain putih muncul kepadanya. Wanita itu berkata: "Anakku, jadilah seorang imam yang suci. Allah menghendaki anda demikian". Hal itu memang sangat berkesan kepadanya, namun pelajaran dan pekerjaan mengalihkan perhatian kepadanya dan ia jatuh lagi pada keadaan lamanya, hangat-hangat tahi ayam. Kembali, wanita cantik itu datang kepadanya menangis dengan sedih dan berkata: "Anakku, lihatlah betapa anda telah membuatku menderita. Jadilah imam yang suci!  Allah sungguh menginginkan anda begitu. Kali ini, Romo Olier mulai sungguh-sungguh lebih suci dan melakukan hal-hal besar bagi Tuhan. Bcrtahun-tahun kemudian, Ia mengunjungi sebuah biara Dominikan dan ia terkejut melihat seorang wanita dalam pakaian putih yang telah muncul kepadanya ketika ia di Paris, dan dikirimoleh Allah. Ia adalah salah seorang suster dan suster ini telah berdoa bertahun-tahun baginya dan syukur atas doa-doa suster itu, Romo Olier menjadi salah seaorang imam yang paling suci dan paling hebat diseluruh Perancis!

Romo Matthew Crawley, misionaris Hati Kudus yang termasyur itu, menghubungkan susksesnya dalam menobatkan pendosa-pendosa yang paling keras berkat doa teman-temannya dan anaknya.

Kami semua dapat berdoa secara sungguh-sungguh untuk seorang imam, terutama ima paroki sendiri, yang karenanyaa akan dapat lebih banyak berbuat untuk Tuhan dan gereja, lagi pula kami dapat mengambil bagian dari manfaat kegunaan mereka itu, meskipun imam itu sendiri tidak menyadari bahwa kami berdoa untuk dia. Jika anda berdoa bagi seorang yang anda kenal dan ia mengetahuinya, ia dapat berbuat lebih banyak bagi kita. Ia dapat menempatkan kita setiap hari di dalam Piala dan Darah Maha Kudus Penebus pada Misa Sucinya. Alangkah besarnya anugerah itu! Kami tidak dapat membayangkan betapa tak terbatas arti dari Misa Kudus dan apa yang kami terima dari Allah dengan melakukan hal ini! Imam inipun dapat memberi kami bagian khusus di dalam Doa Ofisi Agung yang ia ucapkan setiap hari. Para imam ketika mengucapkan doa khusus mereka itu, bersatu dengan Kristus, yang berdoa bersama mereka dan untuk mereka. Merekapun mempersatukan diri dengan Roh Kudus yang kata-kataNya mengilhami doa yang dipakai oleh para imam ini. St Alphonsus mengatakan bahwa satu ayat dan doa Ofisi itu bernilai ratusan kali lebih dari doa-doa lainnya.

Karena itu, memang sungguh-sungguh penting berdoa secara hikmat dan khusus bagi imam! Doa bagi seorang imam, rupanya dapat memperoleh baginya inspirasi-inspirasi sederhana, namun yang memungkinkan dia bekerja besar sekali bagi Allah.

Adalah jelas, bahwa amat sukar bagi imam untuk menjadi suci di dunia ini, pada hari dan dalam abad ini. Beberapa banyak yang tersesat oleh kesenangan duniawi!

Siapakah yang dapat dipersalahkan? Imain-imam itu? Tidak, kamilah yang harus dipersalahkan! Banyak dari kami cenderung mempercakapkan kejatuha para imam, tapi berapa orang dan kami yang pernah berfikir atau mendoakannya, dari pada membicirakan tentang mereka? Jadi, jika kami menghendaki imam yang rendah hati dan suci, adalah persoalan kami untuk mendoakan mereka setiap hari!

 

 

last update : 1 April  2001